Assalamualaikum, halo, apa kabar? Semoga kita selalu diberi kesehatan oleh yang maha kuasa.
Seperti yang anda ketahui, sekarang saya sedang menempuh pendidikan di Teknik Informatika Universitas Riau. tentu saya tidak asal memilih tempat kuliah dengan dalih "Ah, yang penting kuliah, dapat gelar, dapat kerja". Saya memiliki alasan tersendiri mengapa saya mengambil Teknik Informatika. Berikut saya akan ceritakan.
Cerita ini dimulai saat saya masih SD, saat itu saya suka sekali video game karena di lingkungan saya banyak orang bermain game melalui berbagai platform, entah itu console, komputer, dan lainnya. Kebetulan saya memiliki console yang bernama Nintendo. Saya suka sekali bermain game disana.
Sampai kelas 5 SD, saya mulai memiliki smartphone karena pada zaman itu smartphone benar benar sedang naik daun. Saat saya baru memilikinya, tidak ada hal lain yang saya lakukan selain mengunduh game dan memainkannya.
Saya juga terkadang melihat perkembangan teknologi, entah itu hp, atau apapun. Saya suka sekali melihat dan bermain game, ya, hanya itu.
Sebenarnya, sejak SLTP saya mulai punya ketertarikan untuk melanjutkan pendidikan di bidang teknologi. Tetapi, nama "Teknik Informatika" belum pernah terbayang oleh saya."pokoknya, yang penting main main komputer gitu deh," imajinasi saya waktu itu. Tapi lagi-lagi, teknologi yang ada hanya saya gunakan untuk bermain.
Sampai ada suatu saat dimana saya berfikir, kalau lah saya hanya bermain game, menonton, tanpa belajar, hidup saya akan sia sia. Bahkan, menjadi pemain E-Sport pun saya tidak berminat, hanya main saja. Saya mulai sadar, bahwa saya tidak bisa terus seperti ini, saya harus mulai menentukan arah hidup saya.
Bagaimanapun, teknologi melekat pada diri saya. Saya seakan cinta mati terhadap perkembangan teknologi, tidak ingin lepas rasanya. Oleh karena itu, saya berfikir, kenapa saya tidak menjadi bagian yang mengembangkan teknologi itu??? Akhirnya saya mulai berorientasi kepada masa depan.
Sebenarnya, saat SLTA, saya mulai teralihkan kepada bidang lainnya. Secara tiba-tiba, saya tertarik untuk melanjutkan pendidikan saya di sekolah ikatan dinas yang dibawah kementrian keuangan, karena saya suka matematika, tentu akutansi juga cocok-cocok saja buat saya.
Tetapi, sejak awal kelas 12, yang mana saat itu perkembangan teknologi sangat masif bahkan semakin masif hingga sekarang. Berbagai brand dan teknologi baru bermunculan secara sangat cepat. Saat itu saya berfikir, "wah, keren banget, rasanya masih ingin juga berkecimpung di dunia teknologi."
Hari-hari berlalu, saya mulai mempelajari lebih detail tentang kelebihan dan kekurangan Sekolah ikatan dinas tersebut sembari saya melakukan hal yang sama dengan jurusan teknik informatika.
Sampai suatu saat, keputusan saya sudah bulat. Ya, keputusan saya berubah lagi, saya kembali kepada minat saya yang dulu, namun kali ini dengan kesadaran yang lebih baik, saya memilih teknik informatika untuk melanjutkan pendidikan saya, karena saya ingin ikut andil dalam mengembangkan teknologi, bukan hanya mengonsumsi. Ditambah lagi saat itu saya mulai tertarik ke teknologi kecerdasan buatan. Saya sangat tertarik saat melihat tekologi seperti smart home, yang mana peralatan rumah itu bisa kita fungsikan secara otomatis dengan menggunakan kecerdasan buatan.
Sampai lah masa masa dimana penerimaan mahasiswa baru melalui LTMPT dimulai. Alhamdulillah saya mendapat kesempatan mengikuti SNMPTN. Tetapi, sepertinya rezeki saya bukan disana, karena saya tidak lulus melalui jalur SNMPTN. Saya mulai risau, pada saat itu UTBK sudah dekat, sedangkan saya belum terlalu menguasai materi saintek (tentu untuk mengambil Teknik informatika, saya harus melalui UTBK saintek).
Tiba-tiba, sebenarnya ini bukanlah kabar yang baik, kita kedatangan pandemi yang kita rasakan sekarang, semua kehidupan berubah, physical distancing, cuci tangan, pakai masker pun menjadi kewajiban kita sekarang.
Tetapi, dengan adanya pandemi, UTBK tahun ini dirubah konsepnya. Tidak ada saintek atau soshum, hanya TPS saja. Sekali lagi, ini bukan hal baik sebenarnya, karena tentu penilaian seleksi akan sedikit berkurang kualitasnya.
Dibalik itu, saya merasa ini adalah kesempatan yang tidak boleh saya sia-siakan. Saya sudah diberi keringanan dalam mengerjakan UTBK. Saya tidah boleh lalai. Saya harus memaksimalkan peluang itu agar bisa lulus di PTN jurusan Teknik Informatika.
Hari pengumuman tiba, tentu semua peserta merasa deg-deg-an, tidak terkecuali saya. Seluruh tubuh saya dingin karena saya takut tidak lulus sama sekali (saya sangat berharap bisa lulus di PTN tanpa jalur mandiri).
Alhamdulillah, hasilnya cukup memuaskan. Saya di terima di Universitas Riau prodi Teknik Informatika. Dan insyaallah saya akan dan harus bertanggung jawab terhadap pilihan saya hingga masa yang akan datang.
Itulah sedikit cerita saya mengapa saya mengambil Teknik Informatika sebagai perkuliahan saya. Jika ada kata kata yang kurang berkenan, saya memohon maaf.
Semoga bermanfaat:)
1 Komentar
gg om
BalasHapus